Perjodohan yang nikmat

Aku terbangun dengan tubuh agak menggigil kedinginan. Uuuh…. pantas saja dingin. Aku masih telanjang bulat. Kuraih jam tanganku yang kuletakkan di meja samping tempat tidur. Ah, masih jam 2 pagi. Aku kembali meringkuk dibalik selimut tebal kamar hotel.

Sempat terpikir untuk mengenakan pakaian. Tapi rasanya malas sekali untuk beranjak dari kasur mpuk ini. Akhirnya aku terus saja meringkuk sambil kuselipkan tanganku diselangkangan untuk mencari kehangatan. Namun rupanya hal itu malah menimbulkan getar-getar enak di seputar memekku.


Aaaah… terbayang lagi bagaimana Torik menjilati memekku di depan pintu sebelum dia kuusir tadi. Gila, semalaman tadi sudah orgasme sampai dua kali. Sekali saat kugesek memekku ke kontolnya yang luar biasa besar itu, kemudian saat dia menjilati memekku habis-habisan sambil berdiri di balik pintu.

Membayangkan hal itu menyebabkan memekku kembali basah. Kugosok-gosok permukaan memekku dengan tanganku yang masih kuselipkan di antara selangkangan. Aaaah… nikmat. Aku telentang sekarang. Kubentangkan kaki selebar mungkin, lalu kuraba-raba memekku. Kuusap-usap bulu-bulu memekku dengan halus, kemudian perlahan jariku bergerak kebawa sampai hampir menyentuh duburku. Kemudian dengan agak ditekan, kutarik jemariku menelusuri memekku dari bawah sampai ke itil ku. Aaaaaah….. enaaaak….

Kugosok lagi memekku kebawah, kemudian kutekan dan kutarik lagi keatas sampai ke itil ku. Sungguh nikmat. Kuulangi terus menerus sambil sebelah tanganku yang lain meremas dadaku sendiri. Puting toketku sudah sangat tegang berdiri mengacung dan keras. Kupelintir-pelintir puting ku sambil sesekali kuremas dadaku kuat-kuat. Sementara dibawah sana jemariku terus bermain-main dengan lobang memekku yang sudah semakin licin.

Kugoyang-goyangkan pinggulku dengan hebat sambil terus kugosok-gosok memekku mencari kenikmatan yang terus mendera.
Jemariku berhenti sejenak di itilku. Kupermainkan daging kecil itu ke kiri dan kekanan. Kucolek-colek, kupencet dengan dua jari. Oooooghhhh… nikmatnya…
Kubayangkan lidah Torik menyentil-nyentil itilku. Nafsuku semakin menggelora. Ooooowgh…. pengen di jilaaaatttt…. Sempat aku menyesal telah mengusir pulang Torik tadi malam. Seandainya tidak kuusir, pasti sekarang kontol besarnya sedang menggesek-gesek memekku. Oh, kontol itu…. terbayang besarnya kontol Torik. Terbayang bagaimana kepala kontolnya yang sepert helm tentara itu masuk ke celah memekku dan menyundul-nyundul itilku.

Terbayang batang kontolnya yang besar dan berurat menggesek-gesek celah memekku. Urat-uratnya begitu terasa seperti polisi tidur menggerus memekku.
Aku semakin hebat bergoyang, menggosok-gosok memek, meremas toket sambil terus membayangkan kontol besar Torik. Dan aaaaaaahhhhhkkkk… tubuhku kejang… seluruh urat di tubuhku menegang, memekku berkedut-kedut.. seerrrrr… srrrr… denyutan-denyutan kencang menerpa bersamaan menyemburnya cairan cintaku membasahi relung-relung memekku. Aku terengah-engah lemas. Tubuhku bagai dihempaskan dari loteng. Aku telentang, kedua tanganku terentang ke kiri dan kekanan, kakiku mengangkang lebar seperti kaki kodok. Nikmaaat…. dan akupun jatuh tertidur lagi….

— 0 —

HP ku berdering membangunku dari tidur nikmatku. Kuraih Hp itu dan kubaca nama pemanggilnya. Hhhh… tante Neni. Mau apa dia pagi-pagi begini.
“Assalamualaikum… “ sapaku dengan suara serak akibat nyawa yang belom kumpul semua.
“Waalaikum salaaam. Ya ampuuuun… Lin, jam segini belum bangun ? Gimana sih, anak perawan kok males banget.” Tante Neni yang memang cerwet itu terus saja nyerocos ngomel. Aku hanya mendengarkan saja omelannya dengan malas-malasan. Pada intinya dia memintaku untuk bolos kerja hari ini dan harus sudah ada dirumahnya paling telat pukul 9 pagi. Aku lirik jam tanganku yang ada dimeja. Jam 6. Buset, masih pagi bener, Pantes males banget bangun.
“Pokoknya kamu pasti suka deh. Orangnya ganteng, bisnisnya juga udah mapan, dan yang pasti orang tuanya kaya. Kalo kamu bisa kawin sama dia, dijamin hiduo kamu gak bakalan susah” semangat sekali tante Neni mempromosikan anak temannya yang akan dijodohkan dengan ku. Huh… Jaman gini, masih musim ya jodoh-jodohin orang.

Tapi agar tidak mengecewakan tante Neni akupun menyanggupi untuk datang kerumahnya dengan syarat tante Neni harus telpon adiknya yang jadi bossku sekarang ini.
Selesai menutup telepon kembali kuhempaskan tubuh telanjangku keranjang. 5 Menitan kemudan barulah aku bangkit. Kusingkapkan selimut tebal yang menutupi tubuh telanjangku, kemudian aku beranjak ke jendela. Kubuka tirai yang menutupi dan Ups! sialu sekali saat sinar mentari menyambar mataku yang masih ngantuk.

Kubiarkan sinar mentari pagi meraba tubuhku. Kurentangkan tanganku tinggi-tinggi dan kunikmati hangatnya mentari pagi menyusuri seluruh tubuhku, wajahku, leherku, dadaku, perutku, memekku… lalu.. Opss lagi!
Ternyata tirai benar-benar terbuka termasuk vitrage tipis yang biasanya menjadi pelapis kedua gorden. Artinya, tubuhku benar-benar ter-ekspos di depan kaca. dan pastinya akan terlihat dengan jelas dari luar sana. Kuperhatikan kondisi diuar. Ah, untung aku ada di lantai 5. Agak sulit orang dibawah sana melihat kemari. Paling-paling orang-orang digedung sebelah yang sejajar dengan kamarku. Biarin deh…

Setelah puas berjemur ringan aku segera menuju kamar mandi. Mau mandi tentunya…

— 0 —

Aku mampir sebentar ke tempat kost untuk meletakkan tas pakaianku baru aku berangkat kerumah tante Neni. Bisa bingung dia kalo aku datang kesana sambil bawa-bawa tas pakaian.

Sekitar pukul 10 pagi teman tante Neni datang. Seorang ibu yang kira-kira seusia dengan tante Neni. Kelihatan dari dandanannya memang dia berasal dari keluarga berada. Tapi yang menarik perhatianku adalah cowok ganteng yang datang bersamanya. Gilaaa… ganteng banget. Putih, tinggi dan tubuhnya atletis.

Celana jeans ketatnya memperlihatkan paha yang kuat dan bokong yang kencang. Selera gue banget deh, asli bikin ngences…
Setelah basa-basi perkenalan yang membosankan, ibu si Dito cowok ganteng itu menyarankan agar kami jalan-jalan dulu malam ini. Supaya tidak terlalu terlihat bahwa aku sudah mupeng, aku minta Dito menjemputku ke kantor besok sore saja. Semuanya setuju dengan usulku. Tante Neni terlihat senang sekali karena aku sepertinya menyambut perkenalan ini. Ya iya laaah… siapa sih yang bisa nolak cowok keren kayak gitu.

— 0 —

Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Aku masih saja duduk di lobi kantor sambil membaca majalah yang baru saja kubeli saat makan siang tadi. Suasana kantor sudah sepi, hanya ada satpam dan beberapa karyawan yang memang akan kerja lembur.

Malam ini aku menunggu Dito yang berjanji akan menjemputku pulang kantor sesuai kesepakatan kami kemarin. Tak lama tampak sebuah sedan memasuki pelataran parkir. Ah, itu pasti Dito. Aku segera bergegas menghampiri mobil tersebut dan langsung duduk di kursi depan. Dia berseri-seri melihatku mengenakan pakaian muslim ketat hingga dia bisa melihat lekuk liku bodyku yang proporsional dan langsung mengundang selera lelaki yang melihatnya.
“Kamu laper gak. Kita makan dulu yuk” ujar Dito.
“terserah kamu deh, aku ikut aja” jawab ku sambil tersenyum.

Tidak sampai 20 menit kami sudah memasuki kawasan Senayan, dimana banyak pedagang makanan di pinggir jalan berjejer dengan tenda-tenda semi permanen. Memang kantorku tidak jauh dari kawasan Senayan.

Dito memilih parkir yang agak jauh dari keramaian dan cukup terlindung pepohonan hingga suasananya cenderung gelap. Didukung kaca mobilnya yang memang gelap, maka bisa dipastikan tidak ada orang yang dapat melihat kedalam mobil. Aku tersenyum sendiri menyadari maksud Dito memilih tempat parkir yang sepi begini.

Seorang pelayan berlari kecil menghampiri mobil. Dito membuka kaca mobilnya sambil bertanya padaku.
“Kamu mau makan apa Lin ?”
“Minum aja ah, aku belum laper” jawab ku. “Ya udah, aku juga minum dulu aja deh”. Dito segera meminta pelayan tersebut untuk membawakan 2 botol soft drink.

Sepeninggal pelayan, kami lanjutkan obrolan-obrolan ringan kami. Setelah beberapa lama ngobrol, Dito menghadapkan tubuhnya kearahku dan meletakkan tangannya di pahaku. Merinding aku merasakan gerak jemarinya di atas pahaku.

Tiba-tiba kurasakan bibirnya sudah menyentuh dahiku, terus menyusur pipiku. Tubuhnya begeser merapat, bibirku dilumat dengan lembut. Kenikmatan menjalar hangat di sekujur tubuhku. Sensasi nikmat yang sudah kutunggu sedari tadi. Ditengah gelora nikmat yang melanda, tiba-tiba terdengar ketukan di kaca mobil.

Kamipun terkejut dan segera melepaskan ciuman. Ternyata itu adalah pelayan yang datang membawa minuman pesanan mereka. Dito segera mengambil minuman tersebut dan menutup kaca mobilnya kembali. Sepertinya Dito sudah tidak perduli lagi dengan minuman yang dipesannya karena botol minuman itu langsung diletakkan begitu saja di lantai mobil.

Selanjutnya tanpa dikomando kembali kami berpagutan. Kali ini ciuman Dito bukan lagi ciuman mesra, namun sudah berubah menjadi ciuman-ciuman panas.
Sedang kunikmati lidahnya yang menjelajah di mulutku, kurasakan tangannya meremas lembut toketku yang masih terhalang baju muslim dan terbungkus BH. oooh… aku merasa sudah tidak kuat menahan gejolak napasku, padahal baru awal pemanasan.

Perlahan jemari Dito mulai menjalar kearah perutku. Dan terus turun hingga pinggulku. Diremas-remasnya pinggulku dengan gemas sambil bibirnya terus menciumi bibirku.

Desahanku semakin kuat apalagi saat kurasakan jemari Dito mulai membelai-belai pahaku yang masih tertutup celana panjang.

“Kita pindah ke belakang yuk” bisik Dito tiba-tiba. Aku hanya mengangguk pelan dan langsung beranjak mengikuti Dito pindah ke kursi belakang.

Di kursi belakang Dito menerkamku dengan lebih ganas. ciumannya semakin gencar menyerang. Lidahnya menari-nari dirongga mulutku.

Bibirnya meneruskan jelajahannya, sambil tangannya melepas satu persatu kancing baju muslimku. Maka tampaklah bulatan dadaku yang putih tertutup BH hitamku. Tangan Dito langsung meremas toketku dan menyelusup kebalik BH ku. Pentil toketku dipermainkan membuatku semakin menggelinjang.
Kemudian tangannya menjalar kepunggungku dan melepas kaitan BH ku hingga toketku terbebas dan semakin mudah untuk diremas.

Lalu aku direbakan hingga terbaring telentang di kursi belakang mobil ini. BH ku diangkat hingga kedua toketku benar-benar terhidang dengan bebas. Bibirnya langsung menelusur di permukaan kulitku.

Dari mulai pentil kiriku tersentuh lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang seolah seluruh toketku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. Menyentuh Memekku yang pasti sudah basah sekali. Lama hal itu dilakukannya sampai akhirnya dia kemudian membuka ristsluiting celana ku dan menarik celanaku ke bawah terus melewati kakik kemudian teonggok di lantai mobil. Tinggalah CD miniku yang tipis. Dibelainya celah memekku dengan perlahan. Sesekali jarinya menyentuh itilku. Ketika benda itu dielus pahaku otomatis mengangkang agar dia bisa mengakses daerah memekku dengan leluasa. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian CD ku yang sudah basah itu dilepaskannya. Aku mengangkat pantatku agar dia bisa melepas pembungkus memekku dengan leluasa.

Jadilah aku wanita muslimah berjilbab dengan baju bagian depan terbuka memperlihatkan toket besar menantang dan kaki mengangkang mempertontonkan memek telanjangku.

Dito mengangkat kakiku hingga terpentang tinggi. Jarinya mulai sengaja memainkan itil-ku. Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya sampailah ke memekku. Kali ini diciumnya jembutku yang tipis dan aku rasakan bibir memekku dibuka dengan dua jari. Dan akhirnya kembali memekku dibuat mainan oleh bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang itilku, namun yang membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir memekku sambil menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan memekku. Hanya dalam beberapa menit aku benar-benar tak tahan. Dan.. Aku mengejang dan dengan sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan itilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya. Dia terus mencumbu memekku, rasanya belum puas dia memainkan memekku hingga napsuku bangkit kembali dengan cepat. Kubuka pahaku lebih lebar lagi untuk menggapai kenimatan lebih dalam.

Dito kemudian membuka celananya. Aku terkejut melihat kontolnya yang besar dan panjang nongol dari bagian atas CDnya, gak kebayang ada kontol sebesar itu. Kemudian dia juga melepas CD nya. Sementara itu aku dengan berdebar terbaring menunggu dengan semakin berharap. Kontolnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut.

Dan saat dia pelan-pelan menggesek-gesekan kontolnya di memekku, aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar memekku menunggu kontol extra gede itu. Aku pejamkan mata. Kurasakan bibir memekku mulai tersentuh ujung kontolnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir memekku terdesak menyamping. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang memekku dimasuki kontolnya. Aku menahan nafas. Dan nikmat luar biasa. Gesekan demi gesekan kurasakan memenuhi memekku. Kepala kontol besar itu bergerak keatas menyentuh klitorisku, turun lagi kebawah berkali-kali.

Aku mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus… Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku.
Konsentrasi kenikmatanku tetap pada kontol besar yang terus saja di gesek-gesekan ke bagian dalam memekku. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat tak berujung. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan kontol besar itu. Maka hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tahan. Dan dia tahu bahwa aku semakin hanyut. Maka makin gencar remasan tangannya di toketku.

Dengan kontolnya dipepetnya itil-ku sambil digoyang goyangn, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. Memekku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yang tiada tara. Ohh, aku benar benar menerima kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan. “Ditooooo… aku nyampeeeee…”, Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku.

Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Setelah dua kali aku nyampe dalam waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali. Kubuka mataku, Dia tersenyum dan menciumku lembut sekali, tak henti hentinya toketku diremas-remas pelan.

Kemudian perlahan Dito bangkit dan jongkok disamping kepalaku. Ketika menengadah kulihat kontolnya telah berada persis didepanku. Kuremas kontolnya, lalu kuarahkan ke mulutku. Kukecup ujung kepala kontolnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati kepala kontolnya. Dia makin menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh.

Kurasakan agak sulit ngisep kontol dengan posisi seperti ini. Aku segera bangkit duduk dan kuminta Dito gantian berbaring di kursi. Lalu aku yang gantian jongkok dilantai sambil menghadap kontolnya yang sudah tegak itu.
Kusedot-sedot kontol besanya dengan semangat. Kukeluarkan segala kemampuan ngsiepku. Sesekali kujilati batang kontolnya dari bawah sampai ke kepala kontolnya. Lidahku menyusuri batang kontol yang putih bersih itu terus menerus. Sempat kujilati kedua biji peler nya. Bahan biki peler itu kumasukkan kedalam mulutku sambil kuhisa bergantian. Hisap yang kiri, hisap yang kanan, lalu lidahku menjilati batangnya dari batas lubang pantatnya ke biji, kepangkal batang, batang terus sampai ke kepala kontolnya. Kumasukkan kepala kontolnya kemulutku sedikit, sambil lidahku berputar-putar menjilati kepala kontolnya. Lalu lidahku menjilati lubang kencingnya. Kubuka-buka lubang kencing itu dengan lidahku. Dito sampai terkejang-kejang saat lubang kencingnya kupermainkan.

Lalu kumasukkan seluruh batang kontol itu kemulutku. Huaaah… hampir sampai ke tenggorokan. Enak sekali ngisep kontol besar begini. Kunaik-turunkan mulutku di sepanjang kontolnya. lalu kubasahi kepala kontolnya dengan ludahku, kemudian kukocok-kocok dengan taganku. Lalu ku masukkan lagi kedalam mulutku dan kuhisap-hisap dengan nikmat.

Tiba tiba tangannya meremas-remas pundakku dengan kuat. Kurasakan kontolnya semakin besar dan penuh dalam mulutku. Tubuhnya mengejang dan menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram kepalaku yang masih tertutup jilbab dan satunya meremas pundakku. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam mulutku, menyembur berulang kali.

Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi mulutku, hangat sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat. Langsung kutelan semua cairan nikmat itu tanpa bersisa. Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya meraih wajahku hingga mendekati wajahnya. Tangannya meremas lembut toketku sambil mencium wajahku. Aku senang dengan perlakuannya terhadapku.

“Lin, kamu luar biasa, memekmu licin, isepanmu nikmatnya bukan main.” Aku tersenyum bahagia mendengarnya sambil terus kugenggam kontolnya yang mulai mengecil.

Dia memang sangat pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung bangkit merapihkan pakaian, tapi malah mengajak mengobrol sembari kontolnya makin mengecil. Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai wajahku dan paling suka membelai toketku. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, dia menciumku lembut sekali. Benar benar aku terbuai dengan perlakuannya.

Hari-hari selanjutnya kejadian ini selalu kami ulangi dan ulangi lagi. Aku semakin suka dengan kontolnya yang besar dan panjang itu.

Pos ini dipublikasikan di Dunia Kerja dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Perjodohan yang nikmat

  1. payne berkata:

    keren bgt sis, gw suka real experience seprti ini, mengingatkan masa2 muda dulu hehe… btw sedikit masukan, sis menggambarkan para cowoknya terlalu sempurna, ganteng berbadan tegap dsb. in the real world itu jarang sekali kan. But overall bagus kok, keep up the good work…

  2. Prince berkata:

    Mantep sis!!!
    Ngaceng abis…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s