Hampir saja perawanku hilang

“Terima kasih ya pak” ujarku mengakhiri percakapanku di telepon dengan seorang Manager Hotel di kawasan Sudirman. Karena seringnya perusahaan kami memesan kamar hotel untuk klien-klien kami dan selama ini aku yang selalu berhubungan dengan pihak Hotel, maka pihak Hotel memberi hadiah berupa beberapa lembar voucher untuk menginap gratis di kamar Superior mereka. Lumayan…

Ah… memekku langsung berdenyut saat membayangkan akan mengajak Torik untuk menggunakan voucher ini. Terbayang Kontol besar Torik saat kami bercumbu di ancol beberapa hari lalu. Apalagi aku belum sempat merasakan kontol besarnya secara utuh. Ugh… menbayangkan itu saja aku sudah tidak sabar ingin ngisep kontolnya.

Seperti dugaanku Torik sangat bersemangat saat hal itu kusampaikan padanya ketika kami makan siang.
“Ya udah ntar malem aja Lin” ucap Torik dengan penuh semangat. Aku tersenyum pengen melihat semangatnya itu.
“Besok aja deh, malem ini gue musti kerumah tante gue”
“Yaah… kelamaan nunggunya Lin. Udah pengen nih” ujar Torik dengan wajah kecewa. Aku tertawa melihatnya begitu.
“Sabaaar ah. Besok pagi jemput gue ke tempat kost ya. Kan musti bawa baju ganti”
“Sip. Pagi-pagi gue jemput” jawab Torik girang.
“Tapi janji dulu” ucapku membuat Torik memandangku heran.
“Janji apa?” tanya Torik.
“Jangan dimasukin. Gue masih perawan.”
“Iyaaa.. jangan kuatir.” jawab Torik sambil kembali menyeruput kopi nya.
— 0 —
Pagi-pagi sekali Torik sudah menjemputku di tempat kost. Gila, semangat amat. Untung aku sudah menyiapkan pakaian ganti sejak tadi malam. Jadi bisa langsung berangkat.

Hari ini sepertinya pekerjaan begitu membosankan, Aku sudah tidak sabar untuk segera menikmati kontol Torik di hotel nanti. Brengseknya hari ini justru aku banyak pekerjaan.
Sudah pukul 8 malam lewat sedikit saat aku menyelasikan pekerjaanku. Saat aku sampai di lobby, kulihat Torik masih menunggu dengan wajah bosan. Kamipun segera bergegas menuju Sudirman.

Diperjalanan sepertinya Torik sudah tidak sabar. Tubuhku dirangkul sampai tersandar di perutnya sementara tangannya terus saja meremas toketku dari balik punggungku.
Aku tidak mau kalah, kuremas-remas kontolnya dari luar celana. Terasa sekali kontol itu sudah begitu tegangnya. Besaaar… keraaaas…
Rupanya Torik benar-benar sudah tidak tahan. Dia membuka sendiri kait ikat pinggang dan menurunkan resleting celananya. Tampaklah kepala kontolnya yang sudah menyembul keluar dari celana dalamnya.
Kusentuh kepala kontol itu dengan jari-jariku. woow… lebar sekali. Kuturunkan celana dalamnya. Kontol besar itu sampai melompat bergoyang-goyang saat terbebas dari celana dalamnya. Gilaaa… gede bangeeet…
Dengan gemas kugenggam batang kontolnya dengan kedua tanganku. Uuuh… sudah pakai dua tangan, tapi kepala kontolnya masih nongol. Panjaaaang…
Hhh.. tak sadar aku mendesah. Bukan karena toketku yang terus diremas-remas oleh Torik. Tapi karena tak kuat membayangkan enaknya kontol besar begini.
Ku remas-remas kontol besar itu. Ku kocok dengan lembut. Lalu kuusap-usap kepala kontolnya dengan jari telunjuk dan jempolku. Tak lama terlihat cairan bening keluar dari lubang di ujung kontolnya. bening… tapi kental. Kusapukan cairan itu ke seluruh permukaan kepala kontolnya. Kontan Torik tersentak dan mengerang “aaaaghhh…”
Aku sudah tidak sabar ingin mengemut kontol ini. Tapi baru saja aku akan memasukkan kontol itu kemulutku, Torik sudah menarik tubuhku untuk bangun.
“Udah dulu sayang…. kita udah sampe”. Aaah… tanggung bener sih… Segera kurapikan celana Torik dan akupun bangkit duduk dengan manis.

Sesampai di kamar, Torik benar-benar seperti Tarzan yang mau perang. Begitu pintu di kunci, aku langsung direngkuhnya dengan ganas. Bibirku dicium dengan bernafsu sekali. Aku sampai gelagapan sulit bernapas.
Jilbabku dibuka dengan terburu-buru. Lalu kembali aku diciumi sambil berdiri. Leherku dijilat-jilat dan digigit-gigit kecil.
Lalu bajuku dibuka dengan kasar. Saking kasarnya sampai ada kancing yang copot terpental entah kemana.
Bajuku dilemparkan begitu saja, dan tidak menunggu lama langsung tangannya menuju punggungku membuka kait BH. Kembali BH itu terlempar. Tidak seperti biasanya, Torik melewatkan Toketku yang sudah tegang. Tangannya langsung meraih kancing dan resleting celana panjangku. Celanaku dipelorotkan berikut dengan celana dalamnya. Oooh… aku langsung bugil dihadapannya.
Kemudian Torik dengan terburu-buru melucuti seluruh pakaiannya sampai sama-sama bugil. Aku masih saja terbelalak menyaksikan kontolnya yang menakjuban itu. Tiba-tiba aku terkaget karena tubuhku digendong dan dibawa ke ranjang. Torik melempar tubuhku begitu saja keatas ranjang. Owgh… kasar sekali. Tapi aku suka.
Belum hilang kagetku, Torik sudah melompat menindih tubuhku dan langsung menyerang bibirku dengan ganas. Terasa kontol besarnya bergesekan dengan memekku. Oooghhh… enak sekali permainan kasar begini. Aku belum pernah dipelakukan seperti ini. Ternyata sensasinya sungguh beda. Lebih nikmat.
Tiba-tiba Torik bangkit duduk. Kedua belah kakiku diangkat terlipat, sampai dengkulku menyentuh Toket. Aku benar-benar ter kangkang dan memekku ter ekspos dengan bebas di hadapan Torik.
Kemudian Torik mulai berusaha memasukkan kontolnya kedalam memekku. Oh gawat ! Torik pengen ngentot.
“Jangan… Torik ! jangan…” Aku benar-benar panik. Kugoyang-goyangkan pantatku menghidari kontolnya yang ingin menerobos kedalam memekku. Tapi goyanganku justru membuat kontol itu seperti di gesek-gesek kebelahan memek. Dan rasanya luar biasa nikmat. Aku benar-benar dipersimpangan jalan. Kubiarkan kontol itu masuk dan kehilangan perawan, atau biarin aja. Enaaaaak….

Torik terus berusaha memasukkan kontolnya. Aku semakin panik dan semakin bimbang. Pantatku masih terus kugoyang-goyangkan. Tapi sepertinya bukan lagi untuk menghindar, melainkan untuk mendapatkan rasa enak yang semakin menjalar.
Akhirnya kepala kontol Torik mulai menemukan jalan masuk. Goyanganku justru membuat jalannya semakin terbuka. Ooohhhh… gawaaaaat…..
Mungkin karena merasa yakin sudah pasti masuk, Torik langsung merebahkan tubuhnya menindihku dan kembali menjilati leherku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan, kugigit kupingnya dengan keras. Torik terpekik kesakitan dan tubuhnya merenggang. Langsung kudorong tubuh kekarnya sampai terguling kesamping. Dan lepaslah kontolnya dari memekku,
Sebelum Torik marah, segera kudorong Torik sampai telentang, lalu cepat kutindih tubuhnya. Kucium bibirnya. Kususupkan lidahku kedalam mulutnya. Untung, Torik tidak jadi marah. Dia membalas lilitan lidahku. Memekku tepat diatas kontolnya. Terasa batang kontol itu sampai membelah memekku.
Kugesek-gesek memekku maju mundur mengejar nikmat batang kontolnya. Tiap kali Torik berusaha bergerak ingin menggulingkan tubuhku cepat aku mendekapnya erat sambil tetap menggesek-gesekkan kontolnya ke memekku.
Owwwgggghhhh… nikmatnya…. memekku semakin basah membuat gesekan memekku di kontolnya semakin licin dan lancar. Terus kugesek sampai kepala kontolnya berkali-kali terasa menyundul klitorisku. Uuuuuaaaagghhh… enaaak bangeeeet….

Cepat sekali birahiku menyerbu. Denyutan-denyutan terasa mendera memekku. Tubuhku kejang, dan ooooggggh…. Aku orgasme. Terasa ada yang menyembur-nyembur dari dalam memekku. Aku lemas. Sungguh rasanya tulangku copot semua. Kudekap erat tubuh Torik.
Untung aku segera tersadar. Jika tidak cepat bertindak, pasti aku akan diperkosa lagi oleh Torik.
Cepat aku meluncur kebawah menuju kontolnya. Langsung kumasukkan kontol yang masih belepotan cairan cintaku itu kedalam mulutku. Kusedot dengan kuat. Torik sampai teriak nikmat merasakan sedotanku.
Lalu mulutku mulai naik turun mengocok kontol besarnya. Mulutku sampai terasa penuh menampung batang kontol besar panjang ini.
Saat mulutku naik, kusedot kontolnya dengan kuat sampai kepala kontolnya hampir terlepas. Lalu kuturunkan lagi mulutku. Kuangkat lagi sambil kusedot kuat-kuat. Torik benar-benar kubikin sampai kelojotan dan mengerang-ngerang hebat.
Saat mulutku mulai terasa pegal segera kuludahi kontol itu sampai basah kuyup, lalu ku kocok-kocok dengan tanganku. Begitu kontolnya kering, kulumat lagi kontolnya dengan mulutku sampai pegal. Kuulangi terus berkali-kali.
Sedot…. kocok…. sedot…. kocok….
Memekku sampai gatal lagi. Segera aku rubah posisi dari nungging menjadi telungkup. Memekku ku geser-geser menindih kakinya sampai terasa jempol kakinya menyentuh memekku.
Langsung saja jempol kaki Torik kujadikan pemuas memekku sambil aku terus mengerjai kontolnya dengan mulutku.
Uuuughhhh enak banget…. memekku terus ku gesek-gesek ke kakinya, sementara mulutku terus bekerja. sedot… kocok… sedot… kocok….
Gelombang orgasmeku kembali menyerbu. Kurapatkan pahaku sambil menjepit jempol kaki Torik. Kusedot kontolnya dengan kuat sambil menikmati gelombang orgasmeku. Sedotanku yang kuat membuat Torik tidak mampu bertahan lagi. Kontonya mendenyut-denyut dan …. croooootzz….crooot… crooot… air maninya menyembur kedalam tenggorokanku. Aku sampai kaget merasakan kencangnya semburan dari kontol Torik. Air maninya begitu banyak sampai tidak tertampung dalam mulutku. Sebagian ku telan saja, tapi tidak bisa semuanya. Masih banyak yang melelh keluar dari bibirku dan mengalir ke dagu dan terus ke leherku. Aaaaah… segarrr…. ngisep kontol memang benar-benar nikmat. Cepat kukenakan jas mandi yang sudah tersedia di kamar hotel mewah ini.

“Rik, loe pulang aja deh sekarang” ujarku pada Torik sambil aku mengumpulkan pakaian Torik dan kulemparkan kearahnya.
Torik menangkap pakaiannya dengan terkejut.
“Lho? kok pulang ? kan kita mau nginep… “ tanya Torik dengan bingung.
“Siapa bilang kita mau nginep. Gue mau nginep sendiri. Bukan nginep bareng” Ucapku sambil berdiri dekat pintu kuatir Torik menolak aku suruh pulang. Maksudku, jika dia menolak aku akan membuka pintu lebar-lebar hingga terlihat dia masih telanjang. Torik tampak kesal, tapi melihat wajahku yang serius akhirnya dia segera mengenakan pakaiannya dan mengangkut tasnya menuju kearahku,
“Gue gak ngerti sama sekali Lin. Kenapa cepet sekali berubah…” ucap Torik dengan wajah kaku.
Aku menghela nafas dan menatapnya lembut.
“Sorry Rik. Gue belom siap tidur bareng. Cuma itu aja. Cukup kayak gini aja. Terima kasih Rik. Tadi itu luar biasa enak. Tapi gue belum bisa lebih dari itu…” ucapku pelan. Aku benar-benar tidak yakin bisa bertahan jika Torik tetap menginap malam ini. Torik meletakkan tasnya di lantai dan berusaha menyentuh wajahku. Aku segera mundur sambil menarik pintu hingga terbuka lebar. Torik menghentikan gerakannya melihat sikapku seperti itu.
“Tapi boleh gak gue jilat memek loe sebentar. Bentaaar… aja” memekku langsung berdenyut mendengar permintaannya. Aku langsung bimbang.
“Tapi disini aja ya. Jangan dikasur” Jawabku sambil beringsut sedikit berlindung dibalik pintu. Torik menyeringai girang merasa menang. Cepat dia berjongkok di depan memekku dan menyibakkan jas mandiku dimana aku tidak mengenakan apa-apa lagi di dalamnya.
Torik langsung mencium memekku. Ooogh aku tidak tahan. Ku angkat sebelah kakiku dan kutumpangkan dibahunya untuk semakin memudahkan serangan Torik.
Lidahnya langsung menari-nari di celah memekku. Lidahnya menjilat dari bawah keatas berulang-ulang. uuugh… nikmat luar biasa. Orgasmeku mulai mendekati. Aagggh.. cepat sekali aku terangsang.
Torik meneruskan serangannya dengan menyedot keras itilku sambillidahnya menari-nari diseputar itilku.
“Oooooggghhhh iyaaaaah…. itu enak bangeeeet..” Aku lupa bahwa pintu terbuka hingga tak sadar berteriak lumayan keras menikmati jilatan Torik.
Akhirnya kedutan-kedutan nikmat itu muncul juga. Kutekan kepala Torik kearah memekku dengan kuat. Aku kejang… dan….
“Oooogghhhh…. sayaaanggg…. aaaaakh….” memekku berkedut kencang. Aku lemas. Cepat kuraih daun pintu menjaga agar aku tidak jatuh. Kudorong kepala Torik menjauhi memekku,
“Udah.. udah. Torik ! udah…” ujarku sambil terus kudorong kepalanya. Torik bangkit lalu dia pergi tanpa pamit lagi. Segera ku tutup pintu dan kukunci. Lalu kubuka jas mandiku dan kuhempaskan tubuh telanjangku keatas kasur empuk hotel ini.

Aku terbaring telentang…. telanjang…. ngangkang….

Pos ini dipublikasikan di Dunia Kerja dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Hampir saja perawanku hilang

  1. Kontol Seru berkata:

    Kalo baca ciri-cirinya, lokasinya, terutama yg di mess mahasiswa sumbar, kayaknya gue kenal nih sama Lina. Cuma namanya aja yang beda. Apalagi temen gue itu juga gue denger udah janda. Gile kalo bener lu temen kampus gue, asli nyesel gue dulu gak sempet pacaran sama lu. Kebayang deh kontol gue bakal kebagian di isep sama cewek cantik kayak lu. Asli, lu tuh cantik banget… minta nomor hp lu doooonk…

  2. Prince berkata:

    Sip sis,dah dtungguin.akhirnya nongol jg…^_^

  3. dya berkata:

    lin, namaku dya cewek 28 thn pgn banget knalan ma kamu.bukan lesbi tp dr cerita2 kmu qta banyak kesamaan. aku pgn curhat2.pls email me or add fesbuk reborn1512@gmail.com as soon as possible ya, plis plisss🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s