Ancol Kenangan

Selepas SMA, aku melanjutkan kuliah ke Jakarta di sebuah perguruan tinggi yang lokasinya dekat dengan Ancol.
Disaat kuliah inilah aku memutuskan untuk memakai busana muslim lengkap dengan Jilbab yang menutupi kepalaku.

Dibulan ketiga aku kuliah, aku berkenalan dengan seorang cowok dari fakultas teknik. Wajahnya lumayan ganteng, tubuh atletis karena memang dia rajin berolah raga. Dadanya biang tegap dengan bongkahan pantatnya yang membulat bikin ngences. Doni benar-benar punya bentuk tubuh yang sangat menjanjikan.

Kencan pertama kami pergi nonton di bilangan Kelapa Gading. Saat film dimulai, Doni mulai menggenggam jemariku. Kemudian dia mencium jemariku. Aku menunggu dengan berdebar langkah berikutnya.
Tapi ternyata serangannya hanya sampai di situ saja. Hingga film usai, dia hanya menciumi jemariku tidak lebih. Ah, padahal aku ingin lebih. Ingin rasanya aku memulai, tapi malu juga. Apalagi ini baru kencan pertama.
Akhirnya kami pulang tanpa meninggalkan kesan apapun.

Hari-hari berikutnya aku disibukkan dengan kuliah hingga tidak terlalu sering bertemu dengan dia.
Namun selang 3 hari, kembali Doni mengajakku kencan. Mau makan malam katanya. Akupun langsung menyetujui dan minta dia menjemputku di tempat kostku.

Jam 8 malam dia datang menjemput, dan kami langsung menuju Ancol dengan mobilnya.
Awalnya kami hanya berputar-putar saja di kawasan ancol. Mungkin karena dia mengira aku belum pernah ke ancol. Maklum baru 3 bulan di Jakarta.

Akhirnya kami parkir di tempat yang agak sepi. Sebenarnya aku bingung juga, ngapain ngobrol di mobil. Katanya mau makan malam.
Tapi belum sempat aku bertanya, tiba-tiba dia sudah langsung mencium bibirku. Ciumannya begitu menghanyutkan membuat aku benar-benar terlena. Apalagi tangan kanannya langsung meremas dada kiriku dengan lembut.
Lalu tanpa sempat aku menolak, Jilbabku di buka. Aku ingin mencegah, tapi kupikir pacaran begini pake jilbab, ya malu sama jilbab lah. Maka kubiarkan saja jilbabku melayang entah kemana.

Perlahan ciumannya berpindah ke kupingku yang sudah tak tertutup jilbab lagi. Langsung aku gemetar merasakan geli-geli enak yang luar biasa. Setelah itu lidahnya turun menjilati leherku yang putih mulus. Aku semakin melayang.
Perlahan tangannya membuka kancing-kancing bajuku sampai copot semua. Dengan semangat, kemejaku di kuakkannya hingga terbuka lebar. Lalu tangannya bergerak ke punggungku dan ‘Tasss !’ kancing BH ku dilepas. Dadaku yang besar langsung melompat indah.

Dengan penuh napsu dia angkat BH ku keatas, dan tampaklah payudaraku yang putih besar dengan putingnya yang sudah mengacung keras. Sejenak dipandanginya kedua buah dadaku. Lalu perlahan di usapnya putingku Dipencet-pencet, di pelintir pelan, ooooh…. rasanya tidak kuat lagi. Langsung kutarik kepalanya minta di isep. Rupanya dia mengerti keinginanku. Langsung lidahnya bermain-main di putting susuku. Ujung pentilku di sentil-sentil dengan lidahnya. Rasanya bukan main. Enaaakkk…
“Aaaaah Sayaaaang…. isep sayaaang…” tak mampu kutahan kejolak napsuku. Saat mulutnya melahap dadaku, eranganku semakin menjadi.
“Aaaaaaghhhh… terusss sayaaang…. isep yang kenceeeng…” Lupa sudah aku dengan Jilbabku. Yang kuinginkan saat ini adalah kenikmatan yang lebih dan lebih ….

Celana Dalamku rasanya sudah basah. Maka agar dia langsung menuju memekku yang sudah becek ini, kuangkat kakiku dan ngangkang selebar-selebarnya. Rok ku tersingkap sampai perut. CD ku terlihat dengan bebasnya. Benar saja. Melihat gayaku seperti itu, tangannya langsung dimasukkan kedalam CD ku.
“Ooooooooogh…. iya itu sayang…. mainin yang itu….” aku benar-benar sudah lupa diri. Saat itilku dipermainkan, teriakanku semakin menjadi-jadi. Ku goyang-goyangkan pantatku mencari kenikmatan lebih. Kuimbangi gerakan jarinya di memekku dengan goyangan pinggulku.

Sampai akhirnya desakan di memekku semakin kuat. Otot-otot memekku kejang, dan “ooooooooghhh…. sayaaang… enaaaaaaak”
Memekku berkedut-kedut beberapa kali. Rasanya sungguh luar biasa. Bagaikan dilempar keangkasa, kemudian dihempaskan kembali kebumi dengan nikmat.
Aku lemas, tersandar, ngangkang…

Kubiarkan kakiku ngangkang dengan lebarnya beberapa saat. Sambil kuresapi kenikmatan barusan.
Saat kubuka mataku, tampak senyum lebar pacarku. Langsung ku kecup mesra bibirnya. Lalu dia bangkit dan merebahkan sandaran kursinya. diapun terlentang di kursinya, dan tampaklah kontolnya mengacung dengan gagahnya, Rupanya saat aku terpejam tadi dia sudah membuka celana berikut CD nya.

Aku tertegun menatap kontolnya yang sudah ngaceng itu. Wuiiiih… Gede banget. Tegak berdiri, Urat-uratnya tampak bertonjolan disekitar kontolnya. Kepala kontolnya begitu besar seperti helm tentara. Napsuku langsung bangkit lagi.
Perlahan ku genggam kontol besar itu. Waaaw, tanganku yang mungil ini hampir tidak cukup menggenggamnya.
Kontolnya ku remas-remas, ku usap-usap, seperti biasa dulu kulakukan dengan pacarku saat di SMA.
“di isep donk saying…” kata pacarku tiba-tiba. Aku terkejut. Kok di isep? kenapa ? “Ya biar enak”.

Karena penasaran kucoba mencium kepala kontolnya perlahan. Lalu kujilat batang kontolnya dari bawah keatas.
Tapi dia rupanya belum puas kalau belum ku kulum. Dia minta aku memasukkan kontolnya ke mulutku.
Meski agak jijik tapi karena memang pengen tau kumasukkan kontol gede itu ke mulutku yang lebar. Ku isap, kepalaku naik turun dengan sendirinya. Ternyata enak juga.

Gesekan kontol besar itu di mulutku menimbulkan sensasi nikmat sendiri. Aku semakin semangat mengelomoh kontolnya yang luar biasa itu.
Sesekali kujilati kepala kontolnya. Lalu lubang kencingnya ku buka-buka dengan lidahku. Dia sampai merem melek akibat perbuatanku itu.
Kubasahi seluruh batang kontolnya dengan ludahku, kemudian ku kocok dengan kuat pake tangan. Saat kontolnya agak kering, kumasukkan lagi kemulutku. Lalu ku kocok lagi.
“Iyaaaah… terus sayang…. isep yang kenceng…. ooohhh” pacarku benar-benar keenakan. Melihat kondisi pacarku seperti itu, aku semakin bersemangat memberikan kenikmatan padanya.
“ooogghhh… kamu pinter sayang…. kocok terus sayaaaang…”
Sampai kurasakan kontolnya semakin membesar, lalu tiba-tiba …
“Craaaaattttss….” air maninya menyembur saat ku kocok dengan kencang. Aku tak sempat mengelak hingga mukaku terkena muncratan air maninya. Begitu juga leher dan dadaku.
Terus ku kocok kontolnya sampai tidak ada lagi air mani yang keluar. Lalu ku jilati kontolnya sampai bersih.

Tampak pacarku begitu puas. Dan aku juga sangat puas. Pertama kali ngisep kontol dan pertama kali melihat sperma laki-laki.
Sejak itu, aku semakin doyan ngisep kontol. Setiap ada kesempatan aku selalu minta untuk ngisep kontolnya sampai dia muncrat keenakan…..

Pos ini dipublikasikan di Bangku Kuliah. Tandai permalink.

2 Balasan ke Ancol Kenangan

  1. Avan berkata:

    No hp lo brp?

  2. odong berkata:

    untung aze maen’y ga d bwa pohn klapa,dket pantai? oopst crita lg ywaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s