Ih, kecil banget

Memasuki Semester akhir, hubungan cintaku malah berantakan. Sudah 3 bulan aku menjomblo. Artinya sudah 3 bulan aku tidak ketemu kontol.

Seringkali aku membayangkan saat-saat bercumbu dengan pacar-pacarku dulu. Saat dengan bernafsu kancing bajuku dilucuti, saat BH ku dibuka dan selanjutnya dadaku diremas-remas dengan kuat. terbayang bagaimana lidah mereka menjilati puting susuku. menyentil-nyentil nakal, lalu toketku di hisap dengan gemas. Aaaaah…. nikmatnya.

Kalau sudah begitu biasanya aku langsung buka baju dan BH ku kemudian rebahan di tempat tidur. Kuremas-remas sendiri dadaku sambil membayangkan ada tangan lelaki yang meremasnya.

Lalu terbayang saat ada lidah yang menyusuri tubuhku. Mulai dari dada turun ke perut, berputar-putar di pusarku, lalu turun lagi menjilati bawah pusarku. teruuuuuss… turun sampai menyentuh bagian atas memekku.

ooowgh… tidak tahan langsung ku gosok-gosok sendiri itilku. Daging kecil itupun membesar dan habis ku permainkan dengan jariku. Ku gosok, jepit, kemudian jariku ku gosok naik turun sepanjang belahan memekku. Banjir sudah memekku. Terasa semakin licin saja.

Pantatku ku goyang-goyang mengejar kenikmatan yang mulai mendera. Oooooh… aku pengen kontooolll…
Jemariku semakin cepat menggosok-gosok memekku. Pantatku berputar-putar hebat. Sampai akhirnya tubuhku mengejang hebat. Memekku berdenyut-denyut.
Ah, gila. begitu kangennya aku sama kontol sampai-sampai aku bisa orgasme hanya dengan masturbasi begini. Terlalu…

–()—

Pulang kuliah… aku masih tidak semangat. Masih terbayang kejadian tadi pagi saat aku masturbasi sebelum berangkat kuliah. Memekku gatal lagi.

Sedang aku berjalan sambil melamun jorok, tiba-tiba ada suara orang memanggilku.
“Lin… tunggu..” aku menoleh mencari arah suara itu. Terlihat seorang cowok ganteng berlari menghampiriku. Oh, si Sony. Teman sekelasku.
“Ada apa Son” tanyaku saat Sony sudah berada dihadapanku sambil aku melanjutkan langkahku.
“Mau pulang bareng gak? gue anter deh. Kan gue emang selalu lewatin tempat kost kamu” Kata Sony sambil berjalan di sampingku.

Aku katakan pada Sony bahwa siang ini aku mau ke rumah kakakku di rawamangun. Gak langsung pulang ke kost.
“Ya gak pa pa. Gue anterin aja sekalian ke rawamangun. Gimana? mau kan?” sahut Sony semangat. Kupikir, apa salahnya. Lumayan irit ongkos. Dan tentunya lebih enak naik mobil dari pada naik bajaj. Lantas kami segera menuju mobil Sony di tempat parkir.

Di perjalanan berkali-kali tangan Sony seperti tidak sengaja menyentuh pahaku saat memindahkan gigi mobilnya. Semula aku ingin bergeser menghindar. Tapi sentuhan-sentuhan kecil yang seolah tidak sengaja itu justru membawa sensasi tersendiri. Maka bukannya aku bergeser menjauh, justru aku menggeser mendekat. Sempat aku melirik senyum Sony yang merasa berhasil menggodaku. Wah gawat. bisa dikira cewek gampangan nih.

Sesampai di depan rumah aku langsung turun dari mobil sambil mengucapkan terima kasih. Tapi Sony bukannya langsung pergi malah mematikan mesin mobilnya dan ikut turun mengikutiku kedepan pintu rumah.
“Lin, aku boleh mampir ya. ngobrol-ngobrol aja sebentar. Males pulang sekarang” kata Sony sambil menatap mataku lembut. Aku tidak bisa menolak. Maka ku ajak Sony masuk kerumah.

Seperti biasa kalau Jam segini pasti rumah kakakku kosong. Maka tanpa perlu mengetuk pintu aku langsung membuka pintu dengan kunci cadangan yang selalu kubawa di dalam tasku.
“Wah, kamu bawa kunci sendiri. Rumahnya kosong ya Lin” Tanya Sony.
“Iya. kalo jam segini masih pada kerja. nanti pulangnya menjelang maghrib”
“Wah asik donk..”
“Asik apaan! jangan macem-macem deh” ancamku pada Sony sambil cemberut. Sony hanya tersenyum sambil ikut masuk kedalam rumah. Tanpa dipersilahkan Sony langsung menghempaskan pantatnya di Sofa.

Aku menawarkan Sony untuk minum, tapi Sony menolak. Katanya mending ngobrol-ngobrol dulu aja. Nanti kalo udah haus baru minum.
Ternyata enak juga ngobrol dengan Sony. Orangnya humoris, sering membuat aku tertawa.
Lama kelamaan obrolan kami mulai nyerempet-nyerempet ke hal-hal yang berbau porno. Entah bagaimana mulanya, tau-tau kami sudah berciuman.

Awalnya hanya kecupan-kecupan ringan, sampai akhirnya ketika lidah kami mulai saling melilit ciuman tu berubah menjadi ciuman penuh nafsu yang ganas.

Tangan Sony mulai meremas dadaku dari luar bajuku. Aku langsung tersentak nikmat. Oooh… sudah 3 bulan dadaku tidak disentuh lelaki. Aku begitu menginginkannya. Ingin lebih.
Tangan Sony bergerak ingin membuka jilbabku. Segera kutahan.
“Son… kita di kamar aja yuk” Sony tersenyum girang mendengar ajakanku. Kamipun bergegas menuju kamar tamu.

Sesampai di kamar, Sony menutup pintu dan langsung mendorong tubuhku ke pintu.
Aku di pepet kepintu dan bibirnya kembali menyergap bibirku. Ciuman nya kali ini benar-benar ganas. Jilbabku dibuka, dan langsung leherku diserang dengan jilatan-jilatan yang membuat aku mengerang.

Lalu tangannya mulai mempereteli kancing bajuku satu persatu. Bajuku dilempar begitu saja kelantai. Sony sempat tertegun memandang dada besarku yang seperti mau melompat keluar dari BH.

Tidak menunggu lama, bibirnya langsung nyosor menciumi dadaku. Sementara tangannya bergerak kebelakang mencari kaitan BH ku. Aku membantu melepas BH dan membuangnya ke lantai.

Sony semakin bernafsu melihat dadaku yang sudah terhidang bebas didepan wajahnya.

Lidahnyapun langsung menari-nari di pentil susuku. Ugh… nikmatnya. Rasa yang sudah lama tidak kudapatkan. Kutekan kepala Sony ke dadaku lebih erat lagi. Sony semakin kuat menyedot pentil susuku. Lalu lidahnyakembali menjalar keleherku. Lalu bibirku dicium lagi. Kami ciuman panjang dan lama. Lidah kami saling melilit.

Tak sabar ku buka kancing baju Sony, lalu kulepas baju itu dan kubuang kelantai. Kupeluk Tubuh Sony erat hingga dadaku menempel ketat dengan dadanya. Tangan Sony mengelus punggungku, lalu turun sekamin kebawah kearah pinggangku. Terus kebawah lagi. Bongkahan pantatku di remas-remasnya. Aku menggelinjang geli. Goyanganku membuat memekku bergesekan dengan gundukan daging di selangkangannya menambah nikmat percumbuan ini.

Dengan terampil Sony membuka kancing dan resleting rok panjangku. Dan rok itupun meluncur jatuh di kakiku. Kini aku berdiri hampir telanjang dengan hanya mengenakan CD ku saja.

Aku tidak mau kalah, kubuka ikat pinggang celana Sony. Lalu kubuka kancing dan resletingnya. Sony membantu memerosotkan celana panjangnya. Setelah celananya merosot, kembali Sony merangkul tubuhku dengan erat. Ciumannya semakin ganas.

Sangat terasa ada yang mengganjal dan menekan-nekan memekku. Ugh, sepertinya kontol Sony sudah mulai ngaceng walau belum sepenuhnya. Tapi sudah mulai terasa nikmat gesekannya.

Ciuman Sony meluncur turun ke leher, lalu turun lagi ke dadaku. Bergantian puting dada kanan dan dada kiriku di isapnya.
“oooogh… Sonnn… isep terusssss… iyaaaahhhh” erangku tak kuasa menahan nikmat. Rasa kangen akan sentuhan yang telah kutahan selama 3 bulan ini benar-benar minta di tuntaskan.

Tubuh Sony mulai merosot sambil terus menjilati tubuhku. Perutku di jilat-jilat. Lidahnya bermain-main di lubang pusarku.
Akhirnya Sony berjongkok, dan wajahnya langsung menghadap memekku yang masih terbungkus CD. Dengan sekali tarikan meluncurlah CD ku sampai kaki. Aku membantu mengangkat kaki dan menendang CD ku sampai melayang entah kemana.

Lalu Sony mengangkat kaki kananku dan ditumpangkan dibahunya. Akibatnya memekku langsung merekah lebar menganga di hadapannya. Perlahan lidah Sony menyapu belahan memekku dari bawah keatas.
“Aaaawh! Sonnnn…. enaaaaaak sayaaaanghhh…”

Ini gaya baru. Belum pernah memekku dijilati sambil berdiri begini. Rasanya luar biasa nikmat. Kugoyang-goyangkan pantatku maju mundur mengejar lidahnya yang terus menari-nari di memekku. Terkadang lidahnya terasa menerobos masuk menjilati pinggiran dinding dalam memekku. Aku semakin bergelinjang tak karuan. Teriakanku semakin keras menerima rangsangan yang hebat seperti ini.
“Adddduhh Son.. enak bangeeeet…. Gilaaa…. lu pinter banget sih jilat memeknyaaa…”

Sedang nikmat-nikmatnya dijilat, tiba-tiba Sony menghentikan serangannya dan berdiri. Dia lalu meraih lengaku dan membimbingku ke tempat tidur.

Aku langsung berbaring telentang. Kakiku ku kangkang kan lebar-lebar menanti serangan Sony berikutnya.
Melihat posisiku yang menantang itu Sony sampai terbelalak. Cepat dia memelorotkan CD nya. Tampaklah kontolnya. Kelihatannya belum ngaceng benar. ukurannya belum maksimal.

Sonny langsung menerkam aku. Tubuhku di tindih, bibirku dicium dengan ganas. Kontolnya di gesek-gesek ke memek. Sempat kurasakan ujung kontolnya menyeruak belahan memekku.
“Son, jangan dimasukin. gue masih perawan” desahku ditengah kenikmatan yang menderu. Sony agak kaget mendengarnya. Untung dia mau ngerti.
“Iya. gak gue masukin deh. Tapi nanti Bantu keluarin ya…” Aku menjawab dengan ciuman penuh nafsu pada bibirnya.
Sony bangkit, kali ini langsung nyungsep ke memekku. Jilatan-jilatannya semakin menggila. Aku tidak tahan lagi
“Soooonnn…. gue keluaaarrrr…” Aku kejang. Tubuhku tersentak-sentak bersama dengan kedutan-kedutan yang menyembur di memekku.

Sony bukannya berhenti malah terus menjilati memekku dengan ganas. Aku bagai kapas yang ditiup dan melayang-layang. Nikmaaaat….

Sony lantas menindihku lagi dan mencium bibirku mesra. Lalu tubuhnya bergulir dan tiduran telentang disampingku.

Aku mengerti yang diinginkannya. Segera aku bangkit duduk, dan kuraih kontolnya. Kuremas-remas lembut. Kontolnya belum juga membesar meski sudah sangat keras. Aku sempat bingung. Perasaan tadi sudah di puncak nafsu. Kok kontolnya masih kecil gini?

Segera ku kulum kontol Sony, kujilat-jilat, kusedot-sedot. Tetap saja kecil.

Ah, kayaknya kontolnya memang kecil nih. Cuma sebesar pisang lampung. Seluruh kontolnya bisa masuk kemulutku dengan mudah. Nafsuku langsung hilang…. yaaaaah…. kecil bangeeeeettt…

Untuk tidak mengecewakan Sony, kukocok-kocok saja kontolna dengan tanganku. Kalau kering aku hanya meludahinya saja. Aku malas memasukkan kontol kecil itu ke mulutku. Tidak ada sensasi apa-apa. Terlalu longgar.

Tak berapa lama, Sony ngecret. Langsung saja dia kutinggal ke kamar mandi sambil kubawa semua pakaianku.
Jilatnya pinter sih…. tapi kecilnya itu…

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Bangku Kuliah dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Ih, kecil banget

  1. boe berkata:

    hahaha….

  2. nakal berkata:

    aku pernah mengalami hal spt ini. orgnya tinggi besar & gagah tp waktu dah buka celananya duh aku kecewa berat…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s