Kontol sore-sore

Aku masih bengong sendirian di kamar. jam baru menunjukkan pukul 4 sore, Sudah seminggu lewat sejak terakhir aku ngisep kontol. Dan malam ini pacarku mengajakku jalan malam lagi. Ugh… masih lama. Padahal aku udah kangen banget sama kontolnya. Kangen pengen ku isep-isep lagi.

Sedang aku termenung sendiri, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar kostku. Dengan agak malas aku membuka pintu.

Saat pintu terbuka, ternyata pacarku yang datang lebih awal. Aku terkejut sekaligus senang dengan kedatangannya.
“kok udah dateng am segini ? aku belom mandi lho…”
Pacarku tersenyum sambil melangkah masuk kedalam kamarku. Katanya dia udah kangen. Gak tahan nunggu sampai malam.

Aku senang mendengarnya. Supaya bisa cepat berangkat, aku pamit mau mandi dulu. Tapi pacarku mencegah. Dia bilang mandinya nanti aja. Sekarang ngobrol-ngobrol dulu katanya. Lalu dia menutup pintu kamar. Ups! cepat-cepat aku cegah. Soalnya di tempat kostku ini kalau ada tamu cowok boleh aja di bawa ke kamar. Tapi gak boleh tutup pintu.

Pacarku sepertinya kecewa. Untung aku cepat dapat ide. Segera aku minta pacarku menggeser tempat tidurku ke balik pintu kamar. Sehingga pintu hanya bisa di buka sepermpat. Dan ruang dibalik pintu menjadi agak lega dan aman. Kalaupun ada yang masuk, pasti kita yang didalam udah tau duluan.

Mendengar itu pacarku langsung semangat. Dengan badannya yang kekar itu sebentar saja tempat tidurku sudah berpindah posisi. Dan benar. Posisi di balik pintu benar-benar aman.

Dengan agak tergesa tubuhku di dorong hingga jatuh telentang diatas tempat tidurku dibagian yang terlindung. Dan dengan tergesa juga tiba-tiba dia sudah menindih tubuhku.
Bibirku langsung dilumatnya dengan penuh gairah. Lidah kami langsung saling melilit. Bahkan lidahnya sampai menggaruk-garuk langit-langit mulutku.

Dengan cepat gairahku naik. Memekku langsung terasa lembab dan berdenyut minta di jilat.
Ciuman pacarku mulai bergerak dari bibirku bergeser ke kupingku. Daerah paling sensitive yang bisa bikin aku menggelinjang hebat. Kalau bukan karena pintu yang masih terbuka, pasti aku sudah mengerang-ngerang keenakan. Terpaksa aku tahan suaraku agar tidak terdengar dari luar. Benar-benar tersiksa rasanya. Tersiksa dalam penjara kenikmatan birahi yang luar biasa.
Lalu lidahnya meluncur turun ke leherku. Digigit-gigit kecil leherku bikin aku tambah kelojotoan. Aku tidak perduli walau leherku penuh dengan bekas gigitan. Toh kalau keluar aku selalu pakai jilbab. Gak bakal keliatan.

Sambil terus menjilat leherku, tangannya mulai menggerayangi dadaku. Diremas-remas begitu benar-benar bikin aku tidak tahan.
“Hhhhhhh…. shayhaaang…” erangku pelan takut terdengar dari luar. Kurasakan jemari tangan pacarku mulai bekerja membuka kancing-kancing kemejaku. Ups! segera kucegah. Aku takut kalau aku sampai telanjang lantas tiba-tiba ada yang masuk, bisa berabe.

Akhirnya pacarku hanya meremas-remas dadaku dari luar bajuku saja. Tidak berhenti disitu, tangannya dengan cepat mengangkat rokku sampai keperut. Maka memekku yang masih tertutup CD langsung terhidang dihadapannya. Tidak menunggu lama-lama, jemarinya langsung menyelinap kebalik CD ku dan menari-nari di lubang penuh nikmat itu.
Aku benar-benar tidak sanggup lagi bertahan. Tubuhku menggelinjang dan bergetar dengan hebat. Setiap gesekan jemarinya membuat aku melayang-layang tidak karuan. Tiba-tiba tangannya berusaha menarik lepas CD ku.
“Jangan !” meski sudah dipenuhi birahi, aku masih sempat kuatir jika nanti ada yang masuk secara tiba-tiba.

Untunglah pacarku tidak protes. “Ya udah, kalo kamu gak mau buka celana, aku aja deh” katanya sambil langsung membuka celananya sampai sebatas lutut.
Woooow…. aku terbelalak melihat kontolnya yang gede panjang sudah berdiri tegak siap tempur. Belum sempat aku meraih batang kontol besar itu, pacarku sudah menindih tubuhku lagi.

Kontolnya yang sudah keras itu di gesek-gesekkannya ke memek aku yang masih tertutup CD.
Ampuuuunnn…. rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Enaknya luar biasa.
Terus saja dia gesek-gesek kontolnya ke memekku. Terkadang malah kepala kontolnya di tusuk-tusukkan ke lobang memekku. Membuat tubuhku semakin bergetar.

Akhirnya aku tak mampu lagi bertahan. Bagaikan bendungan yang jebol, seluruh hasratku memancar dengan derasnya. Memekku berkedut-kedut dengan gencarnya. CD ku basah, benar-benar banjir.
Tubuhku lemas lunglai, kunikmati terjangan gelombang orgasme ini dengan kaki mengangkang lebar. Nikmaaaaat……

Setelah dilihatnya napasku mulai teratur, tanganku ditariknya sampai aku terduduk di kasur. Lalu disodorkannya kontolnya yang besar itu kemulutku.
Aku mengerti keinginannya. Langsung saja kuraih batang enak itu ku elus-elus sejenak sebelum kumasukkan kedalam mulutku.

Aku selalu suka jika batang kontol besar memenuhi rongga mulutku. Dengan semangat batang kontol itu aku isap, ku jilat, mulutku maju mundur dengan teratur.
Setelah kontolnya basah dan licin, segera ku kocok kontol itu dengan tanganku. Ku isap lagi, kocok lagi begitu seterusnya, sampai tiba-tiba tubuh pacarku menegang dan…. Craaaaat…. air maninya mamancar seperti pemadam kebakaran. Banyak sekali. Langsung saja kutelan semua air mani itu sambil kubersihkan kontolnya dengan lidahku.

Akhirnya malam itu kami tidak jadi keluar. Kami lebih suka menghabiskan malam dengan ngobrol di kamarku sambil sedikit raba-raba.
Malah aku masih sempat ngisep kontolnya sampai ngecret di mulutku sekali lagi.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Bangku Kuliah dan tag . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s