Bertemu Dana

Enam bulan sudah sejak perpisahanku dengan Dito yang menyakitkan.  Terlebih lagi jika mengingat hubungan kami sebenarnya sudah sangat serius.  Bahkan rencana pernikahan sudah sering dibicarakan diantara keluarga kami. Hubunganku dengan orang tua Dito sudah demikian dekat.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Kerja | Tag | 10 Komentar

Akhir yang menyakitkan

Aku terbangun karena sinar matahari menerpa wajahku. Ternyata kain gorden penutup jendela terbuka dengan lebar. Kugeliatkan tubuh telanjangku menghapus sisa-sisa kantuk dari tidur nikmatku semalam.

Aku menoleh kesamping. Lho… Dito mana ? aku tidur sendirian. Ah, mungkin dia di kamar mandi. Tapi kemudian mataku tertumbuk pada tumpukan uang 100 ribuan di meja kecil samping tempat tidur. Didekatnya ada secarik pesan. Kuambil pesan itu. Dari Dito…

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Kerja | Tag | 9 Komentar

Dinginnya Bandung

Hampir seminggu aku mogok kencan dengan Dito. Bukan hanya mogok kencan, bahkan telepon dan smsnya pun tak mau kujawab. Aku benar-benar tersinggung atas kata-katanya padaku.

Tapi Dito terus saja membujukku melalui sms-smsnya. Kata-kata maaf mengalir terus menerus membuatku goyah juga. Akhirnya aku setuju untuk dijemput seperti biasanya, dan kembali bercumbu di mobil seperti biasa.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Kerja | Tag | 4 Komentar

Dia mulai berubah

Semenjak Dito tahu bahwa aku sudah biasa ngisep kontol-kontol para mantanku dulu, nafsunya seolah menjadi semakin liar. Jujur sebenarnya aku takut masa laluku yang cukup liar dalam berpacaran membuat hilangnya rasa sayang Dito padaku. Tapi melihat perkembangan hubungan kami setiap hari yang semakin panas, aku menjadi lebih tenang dan yakin bahwa perilaku liarku dimasa lalu tidak akan mempengaruhi hubungan kami.

Namun meski Dito semakin liar padaku, terkadang aku menjadi agak risih dengan keinginannya yang semakin aneh-aneh. Belakangan ini Dito senang sekali memintaku telanjang meski dilokasi yang tidak terlalu aman.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Kerja | Tag | 6 Komentar

Sebuah Pengakuan

“Iya sayaaang… isep terussss… isep yang kenceng..” teriak Dito ditengah sibuknya mulutku mengulum kontol besarnya. Kulepaskan kontol Dito dari mulutku lalu kukocok-kocok kontol itu dengan tanganku.
“Aaaaaahh… iseeep lagiiii…” kurasakan kontol Dito semakin keras. Cepat kulahap lagi kontol Dito. Kuhisap kuat-kuat dan… crooottt.. crooott… beberapa semburan hangat menerjang tenggorokanku.

Kutelan semua air maninya, kemudian kubersihkan kontol Dito dengan cara menjilati sekujur batang kontolnya. Setelah kontolnya bersih, kurebahkan tubuh telanjangku disebelah Dito.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Kerja | Tag | 3 Komentar

Mandi bareng yang nikmat

Sejak kuusir dari kamar Hotel beberapa waktu lalu, Torik semakin menjauhiku. Jika bukan untuk urusan kerja, dia tidak pernah lagi menegurku. Bahkan jika memungkinkan untuk urusan kerjapun dia hanya menitipkan dengan rekan kerjaku. Kecuali untuk pengambilan uang tunai yang memang harus menhadap aku secara langsung.

Apalagi sejak dia mengetahui aku mulai sering jalan bareng Dito. Bisa dikatakan hubunganku dengan Torik usai sudah. Bagiku tidak menjadi masalah. Karena hubunganku dengan Dito jelas jauh lebih menjanjikan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Kerja | Tag | 2 Komentar

Perjodohan yang nikmat

Aku terbangun dengan tubuh agak menggigil kedinginan. Uuuh…. pantas saja dingin. Aku masih telanjang bulat. Kuraih jam tanganku yang kuletakkan di meja samping tempat tidur. Ah, masih jam 2 pagi. Aku kembali meringkuk dibalik selimut tebal kamar hotel.

Sempat terpikir untuk mengenakan pakaian. Tapi rasanya malas sekali untuk beranjak dari kasur mpuk ini. Akhirnya aku terus saja meringkuk sambil kuselipkan tanganku diselangkangan untuk mencari kehangatan. Namun rupanya hal itu malah menimbulkan getar-getar enak di seputar memekku.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Dunia Kerja | Tag | 3 Komentar